Ciri Khas Sate Rembiga:
- Berasal dari Lombok: Merupakan kuliner ikonik dari Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
- Bumbu Khas: Marinasi daging dengan campuran cabai, bawang putih, bawang merah, terasi, air asam jawa, gula merah, ketumbar, dan kecap manis, memberikan rasa pedas menyengat dan manis legit.
- Proses Marinasi: Daging sapi (atau ayam) dimarinasi dalam waktu tertentu agar bumbu meresap sempurna dan daging empuk, terkadang dibungkus daun singkong atau pepaya saat marinasi.
- Penyajian: Biasanya dinikmati bersama nasi hangat atau lontong, terkadang dengan bulayak.
Asal-usul Nama:
- Nama “Rembiga” berasal dari kata “rembug” (perundingan), merujuk pada tempat pertemuan raja-raja Kerajaan Pejanggik di desa tersebut.
Sajian Kaya Rasa dan Menggoyang Lidah Sate Rembiga
Warisan leluhur kerabat raja Pejangkik lewat kuliner sate sapi pedas dari Desa Rembiga.
Di antara hamparan pantai berpasir putih dan perbukitan hijau Lombok, tersembunyi sebuah warisan kuliner yang menggugah selera yakni Sate Rembiga (rembige, bila diucapkan dengan logat setempat). Lain dengan banyak sate yang tersebar di Nusantara yang cenderung gurih manis, Sate Rembiga memiliki cita rasa pedas gurih dengan sedikit saja rasa manis.
Dikenal sebagai “Sate Pedas Lombok”, hidangan ini bukan hanya memanjakan lidah dengan rasa gurih dan pedasnya yang khas, tapi juga menyimpan cerita sejarah yang menarik untuk ditelusuri.


